RESENSI BAHASA INDONESIA

Judul Buku : Si Anak Pemberani
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : 2018
Cetakan : I
Jumlah Halaman : 420
ISBN : 978-602-5734-52-6

Anak Sulung Si Pembela Kembenaran dan Keadilan
“Aku Eliana, si Anak Pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebenaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan.”
Buku tersebut bukan merupakan karangan Tere Liye yang pertama dan buku tersebut merupakan buku ke-empat dari serial Anak Nusantara. Keseluruhan alur cerita semunya sama. Cover pada buku ini lebih menggambarkan tokoh utama  si Eliana yang pemberani.

Menceritakan tentang bagaimana perjuangan dari Eliana untuk tetap gagah dalam membela kebenaran dan keadilan pada tanah, sungai, hutan, dan lembah di kampungnya ketika kerusakan dunia datang menyerang kekayaan alam yang dimiliki kampungnya tersebut. Sehingga dapat dibaca oleh semua kalangan agar dapat merawat bumi yang saat ini telah rusak.

Mungkin bagi para pembaca yang merupakan kalangan dari kelahiran 1970,1980,1990 akan merasa terbawa suasana pada zaman mereka ketika masih remaja. Karena buku tersebut menggambarkan bagaimana suasana zaman dahulu yang hidup tanpa adanya gadget dan benar-benar merasakan kekayaan alam yang ada. Dan untuk para pembaca yang merupakan anak sulung mungkin akan tersentuh karena pada novel ini  tokoh Eliana adalah anak sulung dari Mamak Bapak yang mempunyai tiga adik kandung.

Eliana merasa Mamak dan Bapak tidak sayang dengannya karena sikap Mamak Bapak yang suka marah-marah dengan Eliana dan itu juga yang mengakibatkan Eliana benci menjadi anak sulung. Walau dia sering dimarahi oleh Mamak Bapak tetapi ia tidak pernah marah dan tetap kuat menjali hidupnya, maka dari itu novel tersebut sangat cocok dibaca untuk anak sulung yang munkin mempunyai permasalahn yang sama dengan Eliana.

Pada novel tersebut digambarkan bahwa Mamak adalah tokoh yang galak dengan Eliana, tetapi tidak sebenarnya Mamak sangat baik dengan Eliana. Jadi pembaca akan mendapat pelajaran bahwa semua Orangtua yang dari luarnya terlihat galak tetapi hatinya sangat saying dengan kita sebagai anaknya.

“Jangan pernah bersedih ketika orang menilai hidup kita rendah. Jangan pernah bersedih karena sejatinya kemuliaan tidak pernah tertukar. Boleh jadi orang-orang yang menghina itulah yang lebih hina.” Kalimat tersebut terdapat pada halaman 209. Kalimat tersebut juga mungkin dapat dijadikan qutote untuk kehidupan para pembaca.

Berkat kesabaran dan kegigihan Eliana dalam menjalani kehidupan yang banyak cobaannya, akhirnya si Anak Pemberani Eliana mendapatkan izin praktek pengacara dalam usia yang sangat muda. Bahkan ketika gengnya masih sibuk kuliah, Eliana sudah bisa membuka kantor praktek sendiri.

Nama : Arilla Zulfatunnisa
Kelas : XII IPA 3

Comments